Friday, March 16, 2012

Rahsia kenapa Bangsa Melayu Terawal Menerima Islam dari Sahabat Rasulullah Posted: 09 Mar 2011 08:10 PM PST Setelah saya memberikan sedikit latar belakang berkenaan keadaan sebenar migrasi manusia terawal yang bertamadun keluar dari Nusantara dan menolak Teori Out Of Africa di melayu-bukan-pendatang.html dan melayu-bukan-pendatang-bahagian-2, kita juga dikejutkan oleh Professor Dr Oppenheimer dalam bukunya Eden Of The East dan dengan penemuan in situ yang membenarkan teori migrasi Manusia bertamadun Out of Nusantara. Kesemua bukti saheh sebenarnya membenarkan teori Profesor Dr Mokhtar dari University Sains Malaysia bahawa pertanian dan penternakan haiwan ( plant cultivation and animal husbandary) - bukti komuniti Perak Man telah bertamadun dan pernah wujud di tepi tasek purba di Bukit Bunuh, Lenggong. Selain itu bangsa Melayu Perak Man juga sudah pandai membuat bengkel peralatan purba bagi tujuan pertukangan dan berburu dengan penemuan kapak genggam 1.83 billion tahun dulu Kemudian saya memberikan hint kepada pembaca di mana letaknya Atlantis. Menurut Professor Dr Santos seorang pengkaji Atlantis , lokasi Atlantis berada di Nusantara seperti di link videonya yang di keluarkan di you tube Dr Santos-Atlantis Betapa hebatnya bangsa Melayu ini sehingga Nabi Muhammad S.A.W memerintahkan sahabat baginda mengIslamkan Raja Raja Di Nusantara. Kronologi pengIslaman Raja Raja Melayu adalah di sini Nabi Muhammad SAW diangkat jadi Rasul = (610 Masehi, 13 tahun sebelum Hijrah). 1 Hijrah = 622 Masehi. Perkampungan Islam wujud di BARUS, Sumatera = 3 Hijrah (625 Masehi). Rasulullah SAW wafat = 11 Hijrah (632 Masehi) Saidina Zaid bin Harithah dihantar ke LAMURI, Sumatera = 35 Hijrah (655 Masehi). Kesultanan ZABAJ ISLAM (Jambi) = 99 Hijrah (718 Masehi). Kesultanan SAMUDERA = 205 Hijrah (820 Masehi). Kesultanan PERLAK = 225 Hijrah (840 Masehi) Kesultanan LAMURI = 349 Hijrah (960 Masehi) Kesultanan LANGKASUKA = 530 Hijrah (1136 Masehi). Kesultanan PASAI = 665 Hijrah (1267 Masehi) Kesultanan ACEH DARUSSALAM = 901 Hijrah (1496 Masehi) Wilayah Islam di Dunia Melayu Menurut catatan sejarah, Islam sudah sampai ke BARUS, Sumatra 15 tahun setelah Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul, iaitu Tahun 3 Hijrah (625 Masehi). Satu rombongan diketuai oleh Sahabat Rasulullah SAW bernama Abdullah bin Mas'ud RA bersama 100 rombongan Qabilah Tachiek direkodkan sampai ke Barus. Pada ketika itu sudah berlaku perkahwinan antara pedagang Muslim dari Tanah Arab dengan wanita Melayu. Islam sampai ke China lebih awal, iaitu sekitar 616 Masehi (7 tahun sebelum Hijrah) dibawa oleh Sahabat yang bernama Saad bin Abi Waqqas RA. Sahabat bernama Zaid bin Harithah RA di hantar ke alam Melayu pada 35 Hijrah (655 Masehi) iaitu kira-kira 40 tahun setelah Saad RA sampai ke China. JAMBI (ZABAJ ISLAM) dipercayai merupakan kerajaan Islam paling awal di Nusantara. Secara kebetulan pula, kerajaan inilah yang juga disebut Kerajaan MELAYU. Nama MELAYU dan JAMBI digunakan bersilih-ganti dalam banyak teks sejarah. Perkataan 'MALAYU' ditemui diukir pada sebuah tugu dianggarkan berusia sekitar 1286 Masehi. Ia ditemui di Padang Rocore, berhampiran muara sungai Batang Hari. BARUS Berikut adalah petikan mengenai sebahagian dari sejarah Islam di Barus, semoga bermanfaat: 633-661 M Dikatakan pemerintahan Khulafa Al Rasyidin telah menjalin hubungan dengan beberapa kerajaan di Sumatera, termasuk Mendailing. Tapi hubungan itu masih sekedar hubungan antara negara dalam sebuah upaya untuk menjalin hubungan kerjasama ekonomi. Kapur barus, emas, merica dan rempah-rempah lainnya. Sumatera dikenal dengan istilah Zabag. Beberapa catatan mengenai kedatangan utusan dan pelaut Muslim ke Barus dan pelabuhan Sumatera lainnya yang dikuasasi Sriwijaya pernah didokumentasikan. 661-750 M Pelaut-pelaut Arab yang Islam mulai berdatangan secara intens di masa pemerintahan Dinasti Umayyah. Kedatangan mereka untuk misi dagang tersebut telah membentuk kantong-kantong muslim di tanah Mendailing, khususnya Barus, yang tentunya terjadinya transfer ilmu pengetahuan kepada penduduk setempat melalui medium non-formal. 718-726 M Islam berkembang pesat di tanah Barus. Di lain pihak Islam berkembang di Sumatera masuknya beberapa raja Sriwijaya kepada Islam. Diantaranya Sri Indra Warman di Jambi. 851 M Seorang pedagang Arab berhasil mendokumentasikan kedatangannya di kota Barus. Laporan Sulaiman itu pada tahun 851 M membicarakan tentang penambangan emas dan perkebunan barus (kamper) di Barus (Ferrand 36). Dicatat bahwa para pendatang asing seperti Romawi, Yunani, Arab, Cina, India, Persia dan dari kepulauan Indonesia lainnya telah membangun kantong-kantong pemukiman yang lengkap dengan prasarana pendukungnya di Barus. Penambangan emas dan perkebunan kamper tersebut merupakan contoh bahwa kedua komoditas ini telah diolah secara modern dan bukan didapat secara tradisional di hutan-hutan. Sekarang ini ahli sejarah menemukan bukti-bukti arkeologis yang memperkuat dugaan bahwa sebelum munculnya kerajaan-kerajaan Islam yang awal di Sumatera seperti Peurlak dan Samudera Pasai, yaitu sekitar abad-9 dan 10, di Barus telah terdapat kelompok-kelompok masyarakat Muslim dengan kehidupan yang cukup mapan (Dada Meuraxa dalam Ali Hasymi, Sejarah Masuk dan Perkembangan Islam di Indonesia, bandung PT Al Maarif 1987). Kehidupan yang mapan itu pula memungkinkan mereka untuk hidup secara permanen di kawasan ini yang sudah pasti didukung oleh sarana pengembangan ilmu pengetahuan agar mereka tidak tertinggal dengan pesaing lainnya. Sebagai pelabuhan yang sangat masyhur, Barus menjadi tujuan pendidikan tertua bagi masyarakat Mendailing. Hal ini dikarenakan bahwa Barus merupakan wilayah Mendailing yang paling mudah dicapai oleh orang-orang Mendailing dari pedalaman yang ingin menimba ilmu. Jalan-jalan menuju Barus telah dirintis rapi oleh pedagang-pedagang Mendailing yang ingin menjual kemenyan dan membeli produk jadi dari Barus. Sampai era tahun 1980-an, madrasah-madrasah tradisional Barus masih menjadi primadona tujuan pendidikan di tanah Mendailing sebelum akhirnya digantikan oleh Mandailing dengan pesantren-pesantrennya yang sudah modern. Masuknya gelombang pedagang dan saudagar ke Barus mengakibatkan penduduk lokal Mendailing di lokasi tersebut; Singkil, Fansur, Barus, Sorkam, Teluk Sibolga, Sing Kwang dan Natal memeluk Islam setelah sebelumnya beberapa elemen sudah menganutnya. Walaupun begitu, mayoritas masyarakat Mendailing di sentral Mendailing masih menganut agama pagan sehingga Perang Padre. Kelompok Marga Tanjung di Fansur, marga Pohan di Barus, Batu Bara di Sorkam kiri, Pasaribu di Sorkam Kanan, Hutagalung di Teluk Sibolga, Daulay di Sing Kwang merupakan komunitas Islam pertama yang menjalankan Islam dengan kaffah. Nota Kaki Orang Batak terhad kepada Danau Toba sahaja. Mereka ini berugama Kristian . Ada yang maseh mengamalkan kepercayaan pagan . Setelah Belanda menjajah Wilayah Mendailing, mereka menamakan Wilayah itu sebagai Wilayah Batak. Lihat nota saya yang terdahulu mengenai Mendailing. Orang Mendailing menduduki wilayah tanah subur di kawasan pergunungan dan lembah . Mereka ini memeluk ugama Islam dalam 2 pharasa iaitu semasa percamoran dengan pedagang dan mubaligh Arab dan juga semasa Perang Padre yang diketuai Imam Bonjot. Sumber Nota Hibatullah 1 Nota Hibatullah 2 islamagamaku.blogdetik.com

No comments:

Post a Comment